Mencicipi Legitnya Sensasi Martabak Mutant Semarang


Martabak merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki Indonesia. Karena digemari hampir semua kalangan masyarakat, bisnis pembuatan martabak dinilai tidak akan pernah sepi.

Saat ini inovasi pengembangan produk martabak, khususnya martabak manis atau terang bulan semakin variatif. Biasanya, martabak manis hanya berisi cokelat dan kacang, atau selai buah dan keju. Sekarang, berbagai macam rasa martabak manis semakin bermunculan.

Mulai dimodifikasi dengan taburan topping makanan ringan yang tengah digandrungi anak muda, hingga diolah dengan rasa menyerupai jenis makanan lain seperti red velvet cake.

Meskipun tren martabak manis modifikasi sudah mulai terasa sejak setahun lalu, tapi bisnisnya seakan tak pernah redup. Bahkan semakin ramai dengan munculnya para pemain baru.

Pemain yang ikut meramaikan bisnis ini adalah pasangan Rynno Satria dan Nia Endang dengan merek Martabak Mutant. Bisnis tersebut dirintis sejak akhir tahun lalu.

Pasangan asal Kota Lunpia itu mengaku terinspirasi untuk memulai bisnis ini setelah melihat tren moncernya martabak dengan pilihan topping yang unik di berbagai kota lain.

“Kami melihat ini merupakan bisnis yang menggiurkan, kebetulan di Semarang belum ada kompetitornya,” kata Rynno.

Karena martabak yang dibuatnya termasuk jenis kuliner baru di Ibu Kota Jawa Tengah, respons yang diterimanya cukup baik. Sehingga banyak orang yang penasaran dan mulai mencoba untuk menikmati Martabak Mutant.

Para pelanggannya juga dimanjakan dengan banyaknya pilihan topping yang bisa dipilih. Misalnya, snack-snack impor yang jarang ditemukan di pasaran, seperti Ovomaltine dan Kitkat Greentea.

Saat mengawali bisnis ini, dibutuhkan modal awal sekitar Rp15 juta yang digunakan untuk pembuatan gerobak dan penyediaan bahan baku, serta untuk mendatangkan berbagai camilan impor untuk topping martabak dari luar kota.

“Bahan topping kami beli secara online, karena di Semarang belum ada yang jual,” katanya.

Sekarang, dalam sehari, Martabak Mutant dapat memproduksi sekitar 45-50 loyang martabak dengan menyediakan adonan 5-6 kg tepung terigu. Selain itu, disediakan juga 16 pilihan topping yang dapat dipilih untuk melengkapi martabak sesuai selera.

Setiap martabak dibanderol dengan kisaran harga Rp15.000-Rp70.000, disesuaikan dengan topping yang dipilih pelanggan. Sedangkan menu paling favorit adalah martabak mix delapan rasa dengan harga Rp85.000.


“Omzet yang bisa dikantongi dalam sebulan sekitar Rp70 juta-Rp100 juta,” katanya.

Rynno mengatakan tiap harinya ada lebih dari seratus orang yang memesan Martabak Mutant. Namun, karena masih dipasarkan dalam konsep gerobak, penjualan dinilai tidak maksimal dan tidak semua pelanggan dapat terakomodasi.

Selain itu, kapasitas produksi yang dimilikinya sekarang juga dinilai masih sangat terbatas. Hal itu karena masih kurangnya tenaga kerja untuk memproduksi lebih banyak martabak manis.

“Secepatnya kami akan membuka semacam kedai agar pelanggan lebih nyaman saat menunggu pesanan martabak,” katanya.

Dia juga tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang di Semarang dan kota-kota lainnya, jika permintaan pasar terhadap Martabak Mutant semakin meningkat.

Sementara itu, strategi pemasaran yang dilakukan selama ini hanya melalui media sosial Instagram dengan akun @martabakmutant. Melalui itu, dia memberikan promo menarik seperti potongan harga hingga martabak cuma-cuma bagi pengikut yang terpilih.

Meskipun pesaing baru mulai bermunculan, Rynno masih yakin bisnis di sektor kuliner ini masih akan terus berkembang. Apalagi, martabak merupakan jenis makanan turun menurun yang telah lama ada dan terus bertahan hingga saat ini.

“Saya pikir bisnis seperti apa pun akan bisa tetap bertahan jika pelaku usaha memiliki konsep produk yang menarik dengan pemasaran yang baik,” katanya.
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul " Mencicipi Legitnya Sensasi Martabak Mutant Semarang

    " .
    Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis dan mungkin anda minati. Anda dapat mengunjungi di Indonesia by Universitas Gunadarma

    BalasHapus