Menjelajahi Benteng Willem II di Ungaran

Benteng Willem II ( Benteng Oengaran ) adalah sebuah benteng peninggalan Belanda yang berada di Ungaran. Benteng Willem II Ungaran yang di buat oleh Belanda serta didirikan pada tahun 1786.[1] Benteng Willem II juga menjadi salah satu ikon Kota Ungaran Kabupaten Semarang.

Benteng Willem II Ungaran. terletak di Tengah Kota Ungaran (terkenal dengan nama Benteng Ungaran/ Diponegoro) tepat pinggir jalan Semarang-Solo, di depan kantor Bupati Semarang. Benteng ini juga memainkan peran dalam sejarah Indonesia, karena di benteng ini Diponegoro dipenjara sambil menunggu diasingkan ke Makassar.

Dahulu benteng pernah digunakan sebagai tempat tinggal beberapa anggota polisi. Setelah direvitalisasi, Benteng Willem II digunakan sebagai Balai Pertemuan  Polisi dan Masyarakat yang dikelola oleh Polri dan sayangnya, tidak terbuka untuk umum.

Mengulik sejarah dari keberadaan Benteng Willem II pada jaman dahulu sangatlah menarik, namun sangat disayangkan karena ternyata tidak semua warga mengetahuinya. Dahulu Benteng Willem II mendapat sebutan Fort Outmoeting atau encounter untuk mengenang pertemuan bersejarah antara Pakubuwono II dengan Gubernur Jendral Van Imhoff pada tahun 1747.

Belum ada informasi yang jelas kenapa namanya berubah menjadi Benteng Willem II. Benteng Willem II juga pernah menjadi tempat transit Pangeran Diponegoro sebelum diasingkan ke Makassar.

Memasuki halaman muka benteng, terdapat taman dengan tatanan landskape minimalis dan patung Pangeran Diponegoro berukuran sedang. Di depan pintu masuk benteng terdapat mural patung yang menunjukkan wajah dari Van Imhoff dengan tulisan 1743 - 1750 yang merupakan tahun Beliau bertugas.

Memasuki benteng, kita akan melihat dua  lorong berseberangan, salah satunya terdapat tangga. Tangga terbuat dari kayu jati dengan panjang sekitar 1 meter dengan ketebalan 3 cm. Tangga menghubungkan antara lantai dasar dengan lantai atas yang terdapat ruangan besar dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 5 meter. 

Lantai dan plafond ruangan terbuat dari kayu, tembok dicat dengan warna putih dengan banyak ornamen jendela berukuran sedang. Bagian teras muka di lantai dua, terdapat meriam berjumlah 2 pada tiap sisinya. Bagian tengah benteng berupa halaman terbuka dengan lantai berwana hitam.

Yang disayangkan adalah adanya tambahan bangunan baru berupa panggung dimana konon sebelumnya terdapat sumur yang pernah digunakan Pangeran Diporegoro untuk berwudhu. Hal itu sedikit mengurangi sisi historis dari tempat tersebut.

Open court dikelilingi beberapa ruangan yang saat ini digunakan sebagai tempat pertemuan. Pada bagian belakang juga tersedia fasilitas berupa mushola dan toilet. Open court juga menghubungkan area depan benteng dengan area dibelakang yang memiliki dua lorong untuk menuju ke tangga.

Untuk tangga bagian belakang berukuran lebih kecil dan terbuat dari bata semen yang dilapisi dengan ubin.

Tangga bagian belakang bangunan digunakan untuk mengakses ruangan semi terbuka yang ada dilantai dua. Untuk lantai, plafond dan kolom baloknya juga terbuat dari kayu jati.

Di Benteng Willem II kita bisa menikmati suasana bangunan sambil mengenang sejarah tempat dimana Kolonial Belanda pernah berkuasa beberapa ratus tahun yang lalu. Tak disangka bukan, Ungaran memiliki bangunan kuno yang terawat seperti ini? sumber
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar