Ada Tugu Ketenangan Jiwa di Semarang, Peringati Sejarah, Kondisinya Memprihatinkan


Pantai Baruna Semarang memang tergolong masih baru. Untuk berkunjung ke pantai ini, pengunjung harus melewati jalan tanah sepanjang satu kilometer. Di sisi kanan kiri jalan menuju pantai ini terdapat tambak ikan yang dikelola masyarakat sekitar.

Namun ada yang menarik saat sampai di dekat Pantai Baruna. Sebuah batu berdiri kokoh di sisi barat jalan. Batu tersebut berbentuk agak bulat dengan pondasi segi empat. Dari jauh batu terebut nampak biasa saja. Namun setelah dilihat lebih dekat, ada pahatan huruf Kanji atau huruf Jepang di batu tersebut. Di bagian atas terdapat tulisan Kanji yang cukup besar. Sedangkan di bagain bawah ada tulisan Kanji yang tersusun rapi.

"Itu tugu peninggalan Jepang, namanya Tugu Ketenangan Jiwa," ujar Edorangga (21) petugas keamanan Pantai Baruna Semarang.

Namun sayang, tugu peninggalan Jepang ini tidak terawat. Di sekeliling tugu ditumbuhi rumput ilalang liar. Bagian lantai tugu tertutup rumput hampir seluruhnya.

"Kemarin Minggu (19/11/2017) mau diadakan kerja bakti untuk bersihin rumput di tugu, tapi masyarakat sini pada sibuk, tapi ada rencana lagi buat kerja bakti," lanjut Edorangga.

Pengunjung Pantai Baruna juga tidak banyak yang tahu keberadaan tugu ini.

"Nggak tau kalau ada tugu, ke sini ya main aja," ujar Vina (20) pengunjung Pantai Baruna.

Monumen tersebut merupakan monumen peringatan bersejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang. Dari tulisan yang ada di batu ini, tugu ini didirikan untuk menghormati tentara Jepang yang mati di penjara Bulu, dan tidak bisa kembali ke negaranya. Mereka akhirnya meninggal di penjara dengan meninggalkan goresan kesedihan di dinding penjara.

Tugu ini diresmikan pada tahun 1998. Namun sayang, tugu ini tidak terawat.




[tribunnews.com]
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar