Museum Mandala Bhakti, Harga Mahal Sebuah Kemerdekaan


Kemerdekaan bukan sesuatu yang murah. Tak terhitung berapa nyawa pejuang melayang demi meraihnya. Sebagai generasi penerus kita hanya bisa mengucap syukur dan meresapi nilai positif yang mereka berikan, salah satunya dengan mengunjungi tempat seperti Museum Mandala Bhakti di Semarang.

Museum Mandala Bhakti merupakan rumah dari beragam koleksi memorabilia penting terkait masa-masa perang kemerdekaan. Berada di dalamnya, pengunjung seolah akan dibawa kembali ke beberapa puluh tahun lalu, saat penjajah masih merajalela.


Berawal dari Pengadilan

Museum Mandala Bhakti terletak Jl Mgr Sugiyopranoto no 1 Barusari, Semarang. Bangunannya tampak megah dengan mengusung arsitektur Belanda. Tidak akan sulit menemukannya, karena berada tepat di depan Monumen Tugu Muda.

Gedung tersebut sudah berdiri sejak 1930 dan mulanya digunakan sebagai pengadilan. Kepemilikannya baru jatuh ke rakyat Indonesia setelah menyatakan merdeka, usai sebelumnya juga pernah digunakan sebagai markas polisi militer Jepang. Pada 1950, gedung yang sama juga pernah beralih fungsi menjadi Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II oleh Kodam IV Diponegoro.


Koleksi Unik Tertata Rapi

Gedung Mandala Bhakti baru sepenuhnya dijadikan sebagai museum pada 1985. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan untuk menyimpan beragam koleksi penting dari masa kemerdekaan. Masing-masing dibagi berdasarkan tema besar tertentu.

Misalnya saja ruangan peristiwa, yang berisi beragam catatan dan dokumen penting selama masa peperangan. Selain itu masih ada ruang seragam TNI, ruang cacat veteran (berisi alat-alat medis), ruang senjata dan amunisi, ruang pelestarian kerja (bekas ruangan kerja para panglima kodam), dan ruang laskar wanita.


Lukisan dan Kendi

Bergerak ke lantai dua Museum Mandala Bhakti, pengunjung akan menemukan sebuah ruangan khusus berhiaskan Patung Panglima Sudirman. Menurut berbagai sumber, ruangan tersebut sempat digunakan sebagai tempat pengadilan di era kolonial. Namun kini pihak Kodam Diponegoro memanfaatkannya sebagai galeri lukisan yang menggambarkan perjuangan TNI melawan penjajah.

Masih di lantai yang sama, pengunjung juga bisa melihat sebuah monumen atau tugu kendi yang unik. Di permukaan tugu tersebut terdapat tulisan ‘Kendi Manunggal TNI-Rakyat’. Konon monumen ini melambangkan upaya keras prajurit mempertahankan kedaulatan negara, sembari mendapat dukungan penuh dari rakyat.

Masuk ke Museum Mandala Bhakti sama sekali tidak dikenakan biaya maupun tiket masuk. Hanya saja tetap perhatikan jam kunjungan, karena mereka hanya buka antara pukul delapan pagi hingga dua sore.

Well, begitulah sedikit gambaran mengenai daya tarik dan pesona Museum Mandala Bhakti di Semarang. Berkunjung ke sana, sobat traveler bakal mendapat sedikit gambaran mengenai mahalnya harga yang harus dibayar demi sebuah kemerdekaan. Dengan demikian, kita jadi bisa lebih menghargai atmosfer kebebasan seperti sekarang.



[travelingyuk.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar